INI KEJAHATAN LINGKUNGAN,UDARA DAN AIR LAUT TERCEMAR DIPESISIR PENAJAM,SIAPA YANG BERTANGGUNG ?

Tragedi terbakarnya kapal yang mengakibatkan tewasnya 2 orang pemancing serta terbakarnya ceceraran minyak atau gas dipesisir Penajam siapa yang harus bertanggungjawab?

menurut Ketua LSM Sosial dan Lingkungan (SIKU) Emil Jamal,bahwa sebenar sebelum terjadi kebakaran di teluk balikpapan tepatnya di pesisir Penajam,sudah ada tanda-tanda sejak jam 2.30 wita malam sabtu.Karena malam satu ada info  kepelabuhan speed tercium bau minyak atau gas.kebetulan saat itu hujan gerimis.
Ditambahkannya lagi,"sekitar jam 9.00 wita saya menerima laporan secaran lisan dari teman karena dia melihat air laut di Penajam menjadi hitam pekat.Kemudian saya langsung menuju pelabuhan klotok,tapi air sudah berubah normal kembali karena reaksi pasang surut.Tapi saya tetap mencari informasi dari masyarakat sekitar di pelabuhan batu RT.11 Penajam bertemu dengan Rasyid juragan kelotok.Dia mengatakan kepada saya bahwa pada jam 4 subuh tercium bau minyak yang sangat menyengat mulai dari tempat sandar kapalnya di pelabuhan batu sampai tengah teluk balikpapan saat dia mengantar udang.
Lanjut Emil Jamal lagi," Rasyid baru melihat air berwarna hitam setelah hari mulai terang sekitar jam 6 pagi.Dan kami bingung dari mana asal minyak ini.

Emil mengatakan" saat itu jam 9,30 saya langsung laporan ke staf Dinas LH Kab.PPU via SMS,dan juga kepada ketua LSM STABIL Balikpapan Jufriansyah.
Sekitar jam 10.20 wita terjadi kebakaran di laut berlangsung sampai jam 12 siang.Seluruh masyarakat gang buaya RT.06 Penajam panik,karena mereka paling dekat dengan TKP.Mengingat disitu terdapat instalasi suplay pertamina.yang dikwatirkan meledak seketika.

Pasca kebakaran itu yang mengakibatkan 2 orang tewas dari pihak pemancing,laaut tercemar,udara tercemar dan warga banyak yang pusing dan mual karen mencium bau minyak mentah atau gas selama dua hari dua malam.
 Emil Jamal mengaharapkan ada penanganan serius dari pihak aparat hukum dalam menangani kejahatan lingkungan ini.Jangan Tebang pilih fakta dilapangan serta keterangan dari pihak-pihak terkait sudah mengarah pada kecerobohan yang mengakibatkan tewasnya orang.
gharapkan agar Pemerintah dan DPRD PPU bisa mempertemukan kami dari LSM Lingkungan,tokoh masyarakat serta kelompok nelayan dengan pihak Pertamina sebagai Pihak yang punya data dan telah melakukan ivestigasi lapangan sesuai keahliannya.
Kami sebagai warga Penajam dan sebagai Organisasi merasa keberatan dengan kejadian ini,kami semua korban karena menghirup udara kotor,belum lagi kerugian masyarakat nelayan yang memiliki belat ikan.Ini kejahatan lingkungan terbesar yang harus diungkit dan harus ada tersangkanya.Karena air,tanah dan udara menerima dampak negatif.

Komentar